INFORMASI SEPUTAR PENYAKIT MULTIPLE SKLEROSIS (MS)

Pendahuluan

Informasi seputar penyakit Multiple sklerosis dan cara penanganannya dengan obat herbal alamiah XAMthone plus yang aman untuk dikonsumsi.

Multiple sclerosis adalah penyakit akibat kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, maka hal tersebut akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Gejalanya sangat bervariasi; diantaranya penglihatan kabur, kelemahan otot/anggota gerak, perasaan seperti baal, gangguan keseimbangan, dan keletihan berlebihan. Bagi sebagian orang, MS menyerang dengan pola hilang-timbul, sedangkan bagi yang lain, MS menyerang dengan pola perburukan yang progresif. Namun bagi semua, MS membuat kondisi hidup penderita menjadi tak terduga.
Catatan
Informasi yang tersedia pada bagian ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai nasehat medis. Setiap penderita MS sebaiknya berkonsultasi kepada dokter ahli saraf atau dokter keluarganya sendiri untuk mendapatkan nasehat yang berkaitan dengan diagnosa, gejala-gejala dan penanganan penyakit.

MS adalah penyakit sistem saraf yang bersifat progresif, dan belum ada obatnya.
• Sekitar 2.500.000 orang di dunia menderita MS.
• MS lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria, dengan perbandingan pria:wanita adalah 2:3.
• MS adalah penyakit sistem saraf yang paling umum pada usia dewasa muda.
• Ada empat jenis MS; yaitu MS jinak, MS hilang-timbul, MS progresif sekunder, dan MS progresif primer.
• Sclerosis berarti luka-luka; yaitu berupa plak dan lesi pada otak dan jaringan saraf sum-sum tulang belakang.
• Pada MS, myelin pelindung yang melapisi jaringan serabut saraf pada sistem saraf pusat mengalami kerusakan.
• Peradangan dan kehilangan myelin dalam jumlah besar menyebabkan gangguan pada transmisi saraf dan mempengaruhi banyak fungsi organ tubuh.
• Penyebab penyakit MS tidak diketahui secara pasti, namun banyak ditemukan efeknya pada fungsi sistem kekebalan tubuh yang mungkin merupakan penyebab penyakit MS yang utama.
• MS bukan penyakit turunan, walaupun kerentanan genetik berperan pula dalam perkembangan penyakit.
• MS tidak menular.
• Diagnosa MS biasanya ditemukan pada usia antara 20 sampai 40 tahun, walaupun serangan dapat saja terjadi usia lebih awal atau lanjut.
• MS sangat jarang terdiagnosa pada usia di bawah 12 dan di atas 55 tahun.
• Bagi sebagian besar penderita MS, jangka waktu hidup tidak terpengaruh secara signifikan..
• Gejala penyakit sangat bervariasi. Keletihan berlebihan adalah gejala yang paling umum.
• Kemunculan penyakit MS bertambah di negara-negara yang jauh dari garis khatulistiwa.
• Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan MS, tetapi banyak penanganan yang telah tersedia yang dapat memodifikasi perkembangannya.
• Banyak gejala penyakit MS yang dapat dikelola dan ditangani dengan baik.

MS adalah salah satu penyakit sistem saraf pusat (otak dan jaringan saraf sum-sum tulang belakang) yang paling umum. MS adalah kondisi peradangan myelin. Myelin adalah materi lemak yang melindungi saraf, berfungsi seperti lapisan pelindung pada kabel listrik dan memudahkan saraf untuk mengirim impulsnya dengan cepat. Kecepatan dan efisiensi pengiriman impuls inilah yang memungkinkan sebuah gerakan tubuh yang halus, cepat,dan terkoordinasi dilakukan hanya dengan sedikit usaha.

Pada MS, kerusakan myelin (demyelinasi) menyebabkan gangguan kemampuan serabut saraf untuk menghantarkan ‘pesan’ ke dan dari otak, yang pada akhirnya menghasilkan berbagai macam gejala MS. Lokasi terjadinya kerusakan myelin (plak atau lesi) tampak sebagai area (parut/luka) yang mengeras: pada MS, parut-parut/luka-luka ini tampak pada otak dan tulang belakang pada waktu dan area yang berbeda. Secara harfiah, istilah Multiple Sclerosis berati Banyak Luka/Parut.

Penyebab MS

Penyebab MS belum diketahui, tetapi para peneliti di seluruh dunia sedang berusaha mencari jawabannya.

Kerusakan myelin pada MS mungkin terjadi akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan organisme berbahaya (bakteri dan virus). Banyak jenis MS yang menunjukkan gejala penyakit ‘kekebalan tubuh’, dimana tubuh menyerang sel-sel dan jaringan-jaringannya sendiri (dalam kasus MS, yang diserang adalah Myelin). Para peneliti tidak mengetahui apa yang memicu sistem kekebalan tubuh tersebut menyerang myelin, tetapi diduga hal tersebut terjadi karena perpaduan beberapa faktor.

Satu teori menyebutkan bahwa virus, yang mungkin sudah menetap lama dalam tubuh, mungkin memainkan peranan penting dalam perkembangan penyakit ini dan mungkin mengganggu sistem kekebalan atau secara tidak langsung mengubah proses sistem kekebalan tubuh. Banyak penelitian yang sudah mencoba mengidentifikasi virus MS. Ada satu dugaan bahwa kemungkinan tidak ada virus MS, melainkan hanya ada virus-virus biasa, seperti virus campak dan herpes, yang menjadi pemicu timbulnya penyakit MS. Virus-virus ini mengaktifkan sel darah putih (limfosit) dalam aliran darah menuju ke otak dengan melemahkan mekanisme pertahanan otak (yaitu darah/sawar otak). Kemudian, di dalam otak, sel-sel ini mengaktifkan unsur-unsur lain dari sistem kekebalan tubuh dengan satu cara yang pada akhirnya membuat sel-sel tersebut menyerang dan menghancurkan myelin.

Gejala-gejala MS

Multiple sclerosis memiliki kondisi yang sangat variasi dan gejala-gejalanya tergantung pada area sistem saraf pusat yang terkena. Tidak ada pola khusus pada MS dan setiap penderita MS memiliki kekhasan gejalanya masing-masing, yang bentuknya bervariasi dari waktu ke waktu dan tingkat keparahan serta lamanya serangan dapat berubah, walaupun pada penderita yang sama.

Tidak ada MS yang khas. Kebanyakan penderita MS akan mengalami lebih dari satu gejala, walaupun gejala-gejala ini umum terjadi pada banyak orang, tapi tidak seorangpun mempunyai semua gejala tersebut bersamaan. Gejala-gejala yang umum terjadi adalah:

Visual disturbances (Gangguan Penglihatan)

* Penglihatan kabur

* Penglihatan ganda / berbayang (diplopia)

* Neuritis optika

* Gerakan mata yang tak terkontrol

* Buta total (sangat jarang terjadi)

Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi

* Hilang keseimbangan tubuh

* Gemetar (tremor)

* Ketidakstabilan berjalan (ataksia)

* pusing (vertigo)

* kekakuan anggota gerak

* gangguan koordinasi

* Kelemahan: terutama dapat mengenai kaki dan kemampuan berjalan

kekakuan

* Mengenai tonus otot dan kekakuan otot dapat mempengaruhi mobilitas dan cara berjalan

* Spasme

perubahan rasa/sensasi

* perasaan baal

* perasaan seperti di tusuk-tusuk jarum

* kebas (paraesthesia)
perasaan seperti terbakar

* nyeri dapat berhubungan dengan penyakit MS, contohnya, nyeri di wajah (seperti trigeminal neuralgia), dan nyeri otot,gangguan kemampuan berbicara)

* Bicara menjadi lambat

* berbicara seperti menggumam

* perubahan ritme berbicara

* sulit menelan (dysphagia)

Keletihan berlebihan

* Perasaan lemah dan letih yang datang tidak terduga dan tidak sebanding dengan aktivitas yang sedang dikerjakan. Keletihan berlebihan adalah gejala penyakit MS yang paling umum (dan yang paling menyusahkan).

Gangguan kandung kemih dan usus besar

* Gangguan kandung kemih meliputi: sering buang air kecil, tidak dapat buang air kecil secara tuntas atau tidak bisa menahan air kecil.

* Gangguan usus meliputi: konstipasi/sembelit, dan kadang-kadang diare.

Seksual dan Keintiman

* impoten

* Berkurangnya kemampuan seksual

* kehilangan gairah

Sensitivitas terhadap Panas)

* Gejala-gejala memburuk dengan udara panas

Gangguan Kognitif dan Emosi

* kehilangan memori jangka pendek

* kehilangan kemampuan konsentrasi, penilaian, penalaran

Lain dengan gejala-gejala yang jelas terlihat dengan segera, gejala lain seperti keletihan (fatigue), perubahan sensasi, gangguan memori dan konsentrasi sering menjadi gejala yang tersembunyi. Gejala seperti ini mungkin sulit untuk dijelaskan kepada orang lain dan kadang-kadang keluarga dan perawat tidak dapat memahami efeknya terhadap pekerjaan, aktivitas sosial, dan kualitas hidup penderita MS.

Kata Kunci menuju artikel ini :PENYAKIT SKLEROSISpenyakit multiple sclerosissklerosisseklerosis koroner

This entry was posted in Artikel kesehatan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>