Atasi serangan jantung koroner tanpa harus operasi

Penyumbatan kronis pada penyakit jantung koroner kini bisa di atasi tanpa operasi. Dengan teknik intervensi terbaru non bedah,sumbatan dapat dibuka dengan cara yang aman dan cepat. Keberhasilannya mencapai 80%.

Sampai sekarang,serangan jantung masih tercatat sebagai pembunuh nomor satu di dunia.Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan sekitar 29 persen kematian global disebabkan oleh penyakit ini. kedatangannya yang mendadak dan fatalnya dampak akibat dari pertolongan pertama yang terlambat membuat banyak orang ketakutan.

Kini serangan jantung sebagai penyakit mematikan nomor satu kini dapat di atasi dengan penanganan tanpa disertai operasi.Melalui tindakan percutaneous coronary intervention(PCI),sumbatan pada koroner jantung(PJK) yang menyerang pasien dapat di urai segera tanpa dengan pembedahan.

PJK adalah penyumbatan pembuluh arteri koroner karena penumpukan zat-zat lemak dibawah lapisan terdalam dari dinding pembuluh nadi,sehingga akhirnya mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Jika tak segera di atasi,PJK akan menyebabkan penyumbatan total kronis atau CTO (Chronic Total Oclusion).

Penyumbatan darah koroner kronis adalah keadaan dimana salah satu atau lebih dari pembuluh darah koroner mengalami sumbatan yang bersifat kronik. Angka kejadian CTO sekitar 20-30 persen dari seluruh pasien yang dilakukan kateterisasi yang bersifat kronik.Bagian pembuluh darah yang mengalami sumbatan,umunya sudah mengeras atau bahkan mengalami pengapuran yang bersifat keras. Untuk membuka sumbatan ini,para pasien CTO biasanya harus menjalani operasi by pass yang beresiko dan membutuhkan masa pemulihan jauh lebih lama. Dengan kemunculan tekhnik baru melalui intervensi nonbedah (PCI) sumbatan yang dialami pasien dapat dibuka tanpa operasi dengan menggunakan stent dan balon secara perputan.

Dr.dr.Muhamad Munawar SpJP(K) ahli jantung dari RS Jantung Bina Waluya mengatakan,pada intinya tindakan PCI pada kasus CTO ini adalah membuka sumbatan jantung koroner. Setelah lesi berhasil di tembus dan dibuka dengan menggunakan balon,kemudian pembuluh darah tersebut di sangga dengan menggunakan stent.

Walau memang demikian PCI ini lebih sulit dan belum umum di lakukan,namun dari penerapan pada pasien di RS.Jantung Bina Waluya,teknik ini terbukti memiliki tingkat keberhasilan sebesar 85 persen,dan di harapkan kedepannya dapat mencapai 90 persen.Selain di nilai lebih aman,pasien pun hanya butuh 1-2 dari masa pemulihan saja,”Ungkap Dr.Munawar. Pada Tahun 2011 terdapat kasus 85 kasus CTO di Indonesia yang ditangani dengan tindakan PCI,dan saat ini RS Bina Waluya adalah salah satu dari 2 Rumah sakit jantung di Indonesia yang bisa menangani kasus CTO ini.

Solusi sumbatan jantung

Dokter Munawar melanjutkan,pada pasien PJK, pembuluh darah koroner mengalami sumbatan. Sumbatan ini dapat di buka tanpa operasi dengan menggunakan stent dan balon secara non operasi/perputan,melalui pembuluh darah. Pada pasien yang mengalami CTO penyumbatan total kronis,tindakan PCI ini lebih sulit dan belum umum dilakukan. Sebelum teknik-teknik baru muncul para penderita CTO harus mengalami operasi By pass yang beresiko dan membutuhkan masa pemulihan jauh lebih lama daripada tindakan PCI.

Teknik-teknik baru ini,di katakan Dr.Munawar membutuhkan banyak alat-alat baru dalam pengerjaannya. Seperti guide wire (kawat) khusus yang cukup kuat untuk menembus CTO,balon over the wire yang dapat memberikan support ekstra agar dapat mencapai lesi/titik CTO yang akan di kerjakan dan stent jantung untuk menyangga pembuluh darah setelah CTO di tembus.

Intai pasien diabetes

Penyakit PJK merupakan suatu penyakit kronis yang di akibatkan oleh kurangnya aliran darah ke otot jantung. Penyebabnya adalah bertumpuknya material secara terus menerus di arteri (Ateriosklerosis) dan penyempitan arteri yang berkaitan dengan hal tersebut (stenosis).

Menurut WHO,PJK merupakan penyebab kematian yang meliputi 12,2 persen (7,2 juta) kematian di seluruh dunia. Diperkirakan menjelang tahun 2030 kawasan asia tenggara akan memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia yang di sebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

Angina( Nyeri dada ada karena kurangnya aliran darah) sebagai akibat dari PJK sangat berpengaruh pada kualitas hidup seorang pasien. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa angina menyebabkan hilangnya banyak keberfungsian pisik pada pasien. Pasien juga mengalami insomnia dan depresi,dimana pria mengalami disfungsi ereksi.

dr.Munawar mengatakan,”Diabetes melitus merupakan suatu faktor resiko penting untuk kematian yang disebabkan oleh PJK.Pembuluh darah pasien diabetes menjadi rusak karena penyakit tersebut,yang membuat pasien lebih rentan terhadap penggumpalan di pembuluh darah”, ungkap dokter yang juga jadi staf pengajar di FKUI ini.

25 persen yang melaporkan bahwa mereka mengalami infark otot jantung atau serangan jantung penderita DM. Untuk pasien PJK dengan diabet,perubahan gaya hidup lebih penting di bandingkan dengan orang yang hanya mengalami DM karena adanya resiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.”Rata-rata,orang dengan diabetes akan meninggal dunia 5-10 tahun lebih awal di bandingkan dengan orang tanpa diabet,yang kebanyakan di sebabkan oleh penyakit kardiovaskular.”(Sumber Dk)


Kata Kunci menuju artikel ini :apa itu cto dr munawarmenangani serangan jantung koronerubat jantung sumbat
This entry was posted in Artikel kesehatan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>