Di dunia sekitar 7 persen populasi orang dewasa memiliki indeks massa tubuh (IMT) _ 30. IMT tinggi tersebut menjadi petunjuk kegemukan.
Di indonesia, orang yang mengalami kelebihan berat badan meningkat terus.” dari 7,1 persen perempuan dan 4,2 persen pria di tahun 1982 ,menjadi 51,4 persen perempuan dan 43,6 persen pria di tahun 2001,”tutur Dr. Aulia sani, Sp.JP(K),FJCC, FIHA,FAsCC. konsekuensi kesehatan dari obesitas ini pun menjadi besar.masalah kesehatan terkait obesitas antara lain stroke, gangguan pernapasan, penyakit jantung ,kardiopaskuler, diabetes, penyakit kandung empedu, osteoartritis, ketidakseimbangan hormonal, dan juga kanker.
Obesitas adalah keadaan akibat penimbunan lemak yang tidak dipakai tubuh yang ditentukan oleh indeks massa tubuh, lingkar pinggang,dan lingkar pinggul. gaya hidup disebut-sebut menjadi salah satu faktor penyebab obesitas.
Dr. aulia mencontohkan, kalau dulu kita naik tangga,sekarang ada lift maupun eskalator yang memudahkan orang. banyak orang lebih senang lift atau eskalator, meski hanya satu lantai. orang jadi malas bergerak, sehingga aktivitas fisiknya berkurang banyak.
Contoh lain, orang malas berjalan kaki untuk jarak cukup dekat. pilihanya kalau tidak naik angkutan, mobil, atau ojek. tak heran, lemak tubuh kian menumpuk, tidak terbakar, dan berat badan ikut bertambah. ujung-ujungnya kegemukan atau obesitas.
Turunkan 5-10 Persen
Salah satu gangguan penyakit yang dikawatirkan adalah resiko penyakit jantung. Terkait penyakit jantung, obesitas membuat curah jantung atau beban kerjanya meningkat.
Terjadi pembesaran maupun pembengkakan jantung.
“pembesaran jantung terjadi pada 50 persen pasien obesitas. mereka memiliki faktor risiko terhadap gangguan irama jantung, penyebab dari atrial fibrilasi, dan meningkatkan tekanan darah, kejadian diabetes melitus, serta kolestrol, ‘ papar spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Said Sahirman, j Jakarta ini. Sebelum kerja jantung terganggu, turunkan berat badan segera. Penurunan berat badan secara moderat, sekitar 5-10 persen, sudah membawa banyak perubahan.
“Tekanan darah sistolik dan diastolik menurun, kolestrol total dan LDL turun, HDL naik, glikemia dan HBA1c turun. Risiko penyakit kardiovaskular juga berkurang,” ujar Dr. Aulia.
faktanya, keberhasilan mempertahankan berat badan cukup rendah. padahal, epek baik penurunan berat badan ini lebih besar dialami mereka sukses menurunkan berat badan.
Lakukan Pola Hidup Sehat
jadi, apa yang harus dilakukan?
“Lakukan diet, olah raga, perubahan prilaku, dan obat bila diperlukan. Perhatikan agar asupan makanan sama dengan yanga dikeluarkan agar berat badan tetap stabil,” papar Dr. Aulia
Untuk aktivitas fisik, lakukan olah raga secara teratur, kurangi menonton televisi dan bermain games. Lakukan pula aktivitas menyenangkan dan fleksibilitas 2-3 kali selain aerobik 3-5 kali seminggu.
Pastikan juga untuk tetap aktip sepanjang hari, misalnya naik tangga ketimbang elevator, parkir mobil lebih jauh dari gedung, jalan kaki, dan lain sebagainya. ubah prilaku dengan menghindari makan berlebih.
“Dan lakukan pola hidup sehat, yaitu seimbangkan giji, enyahkan roko, hindari dan hadapi stres, awasi tekanan darah, dan teratur berolah raga. Dengan cara itu obesitas dapat dicegah,” kata dr. aulia.






