“Membaca bukan lagi hal yang menyenangkan bagi Irna.Padahal membaca buku sudah menjadi hobi yang mendarah daging bagi perempuan paruh baya ini. Seringnya,Ia melakoni hobi ini dengan berbaring atau tidur-tiduran di tempat tidur,sembari menunggu rasa mengantuk tiba. Namun setelah di vonis menderita stroke mata sebulan lalu,Ia membatasi membaca buku karena penglihatannya yang sudah tidak lagi prima.
Adanya penyumbatan
Apakah anda pernah mendengar istilah Stroke mata? bila belum,mungkin anda akan berfikir bahwa itu bagian dari penyakit stroke.Stroke mata bukanlah penyakit stroke yang sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat sebagai pembunuh paling wahid. Disebut stroke mata karena penyebabnya mirip dengan stroke yang biasa menyerang otak,yaitu penyumbatan pembuluh darah. Bedanya,stroke mata tidak menyebabkan kelumpuhan pada sebagian tubuh,tapi bisa membuat salah satu atau kedua mata buta. Pada stroke mata,penyumbatan terjadi pada pembuluh darah arteri atau vena di retin.
Stroke mata dalam istilah medis dikenal sebagai retinal arteri occlusion,yaitu penyumbatan (oklusi) yang terjadi di salah satu arteri kecil yang membawa darah menuju ke retina,yaitu sebuah lapisan jaringan di belakang mata yang menerima rangsang cahaya.
Mereka yang beresiko kena stroke mata
Data terbaru di tahun 2011 menyebutkan bahwa angka kejadian oklusi arteri retina mencapai 0,85 per 100.000 penduduk setiap tahunnya. Dengan penderita pria jumlahnya lebih banyak dari wanita. RAta-rata pasien yang mengalami oklusi arteri retina adalah mereka yang berusia lanjut atau di atas 70 tahun.Meski demikian, beberap kasus di laporkan juga terjadi pada mereka dengan usia yang lebih muda,bahkan pada usia 30 tahun,meski kondisi ini sangat jarang terjadi. Umumnya sroke mata terjadi karena adanya gumpalan darah atau timbunan lemak yang terjebak di dalam arteri.Apalagi jika di sertai dengan pembuluh darah (aterosklerosis) mata.
Oklusi paling banyak terjadi pada orang yang memiliki penyakit arteri karotis,dimana pembuluh darah besar di leher mengalami penyempitan. Kondisi lain yang dapat memicu penyumbatan antara lain penyakit diabetes,gangguan irama jantung,tingginya kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia),Tekanan darah tinggi,penggunaan obat tertentu,dan juga kerusakan arteri akibat reaksi kekebalan tubuh.Jika cabang-cabang arteri retina tersumbat,maka retina tidak akan dapat menerima cukup darah dan oksigen,sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan penglihatan.
Penglihatan kabur
Jauh sebelum divonis menderita stroke mata,Irna sudah merasakan ketidakberesan pada organ inderanya. Lambat laun matanya seperti buram saat membaca.Awalnya Ia mengira akibat kelelahan,namun karena tak kunjung membaik,Ia pun pergi konsultasi ke dokter.
Keluhan berupa penglihatan yang tiba-tiba kabur atau menghilang,adalah salah satu gejala dari stroke mata. Menurut Dr.Ratu Jelita SpM,Gejala CRAO(Central Retinal Artery Occlusion) atau penyumbatan pada pusat arteri retina. Umumnya penglihatan akan menjadi buram atau gelap mendadak tanpa di sertai nyeri. Sedangkan pada BRAO(Branch Retinal Arery Occlusion) atau sumbatan ada di arteri cabang,terjadi penurunan ketajaman penglihatan yang tidak terdetaksi oleh pasien,atau bisa juga terjadi hilangnya lapang pandang penglihatan tanpa rasa sakit.
Oklusi yang terjadi pada arteri retina bisa hanya berlangsung beberapa detik atau menit,namun mungkin juga terjadi secara permanen. Untuk memastikan kondisi pasien,biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi retina,di antaranya: angiografi fluoresensi,pemeriksaan tekanan intraokular,melihat bagaimana refleks pupil,foto retina,dan pemeriksaan lapang pandang.”sehingga jika individu mengalami kehilangan penglihatan atau penglihatan yang kabur secara tiba-tiba,seharusnya lansung melakukan konsultasi dengan dokter”tambah Dr.Jelita.
Dr.Jelita mewanti-wanti agar setiap orang segera memdiri ke dokter spesialis mata jika ada sesuatu yang tak beres dengan matanya.Pasalnya,ancaman komplikasi yang di timbulkan gangguan ini tidaklah remeh.”Sumbatan pada retina mata bisa menimbulkan komplikasi berupa glaucoma,terutama yang di sebabkan olehCRAO,”jelasnya.Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah hilangnya fungsi penglihatan secara menyeluruh di kedua mata atau sebagian mata,dan stroke,jika di ketahui memiliki kesamaan faktor yang menyebabkannya. (Sumber DK).






