Penyebab meningkatnya kasus obesitas pada anak

Angka obesitas pada anak-anak terus meningkat. Benarkah karena kesalahan orang tua?

Obesitas pada anak-anak terus meningkat angka kejadiannya. Ini tentu bukan masalah remeh,karena ada berbagai gangguan kesehatan di balik obesitas anak.Apa sajakah yang menyebabkan terjadinya obesitas?

Asupan energi dari makanan dan minuman melebihi energi yang dikeluarkan untuk aktifitas.Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar.Obesitas itu terjadi karena ketidakseimbangan energi,Kata Dr.Luciana B.Sutanto,SpGk.

Menurutnya lagi,obesitas cenderung menurun didalam keluarga. Jika salahsatu orangtua mengalami obesitas,maka anak memiliki kemungkinan 50% menjadi obesitas. Namun jika kedua orangtua mengalami obesitas,maka kemungkinan meningkat menjadi 80%. Tentunya ini tidak hanya di dukung oleh faktor genetik saja,melainkan juga didukung dengan asupan makanan anak yang berlebih dibanding aktifitasnya. Selain itu kegemukan/obesitas rawan osteoartritis.

Beberapa penyakit dapat menimbulkan obesitas pada anak,namun hal ini sangat jarang. Misalnya ketidakseimbangan hormon,atau gangguan metabolisme. Beberapa jenis obat juga dapat menimbulkan perubahan metabolisme tubuh dan penyimpanan lemak dalam tubuh.

Anak dimanjakan dengan makanan yang salah

Soal pola makan,dikatakan Dr.Lucy,sangat berperan dalam mengantisipasi agar anak terhindar dari obesitas. Kebiasaan keluarga,pengetahuan,serta anak makan sayuran dan buah. Untuk orangtua harus memberi contoh. Sebab anak meniru kebiasaan orangtuanya. Selain itu,orangtua juga sebaiknya membatasi stok jajanan yang terlalu manis,serta snack yang mengandung MSG.

Masalah kebiasaan pola makan ini,sudah harus dibentuk sejak anak mulai dikenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan. Di usia ini,aktifitas makan bagi anak adalah proses belajar,mengenal berbagai bentuk,tekstur dan rasa makanan,tanpa perlu sedikitpun memberi garam atau gula.Penting pula untuk memberikan nutrisi untuk mencegah obesitas pada anak.

Kebiasaan memanjakan dan membebaskan anak memilih makanan dan jajanan yang disukai,bukanlah cara bijak. Bukan anak yang menentukan apa yang dimakan,melainkan orangtua nya. Sayangnya,umumnya para orangtua ketakutan berlebihan,ketika anak rewel karena tidak dituruti atau tidak doyan makan sama sekali. Ditambah lagi,ada fenomena orangtua lebih senang pada anak yang gemuk.

Pengaruh TV dan game

diluar kebiasaan dan pola makan itu,ada faktor penting yang menyebabkan obesitas,yakni kurangnya aktifitas fisik yang membakar kalori. Penelitian di negara maju mendapatkan hubungan antara aktifitas fisik yang rendah dengan obesitas.

Keberadaan TV dan Video game yang menjadi barang wajib anak sekarang,banyak dituding sebagai faktor pembawa obesitas. Penelitian yang pernah dilakukan G.D Kopelman terhadap anak Amerika pada tahun 2000 menunjukkan,mereka yang menonton TV 5 jam sehari memiliki resiko obesitas sebesar 5,3 kali lebih besar dibanding mereka yang nonton televisi 2 jam perhari.

Anak jadi malas bergerak karena keasyikan melihat televisi. Idealnya menonton TV cukup 2 jam sekali sehari. Belum lagi,jika anak sudah mulai kecanduan video game dan internet,aktifitas fisiknya makin jauh berkurang.(DK)


This entry was posted in Artikel kesehatan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>